Antara Kemenangan Cepat dan Perang Berkepanjangan
Antara Kemenangan Cepat dan Perang Berkepanjangan antara AS-Israel dengan Iran berdampak luas terhadap perekonomian dan delegitimasi hukum internasional
GEOPOLITIK
Konflik di Timur Tengah
Konflik di Timur Tengah telah menjadi perhatian dan keprihatinan global selama beberapa dekad, terutamanya Israel yang di bakcup Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kedua terlibat dalam persaingan politik, ideologi dan ekonomi. Pemacu Konflik konflik adalah perbedaan ideologi antara Israel, sebagai negara Yahudi, dan Iran, dengan prinsip Syiah. Ketegangan yang puncaknya dilakukan serangan yang memicu perang ini adalah kekawatiran program nuklear Iran, yang dianggap sebagai ancaman yang besar terhadap keselamatannya. Kepercayaan tinggi Israel atas dukungan militer dan ekonomi yang kuat dari negara-negara Barat, terutamanya AS menjadikannya satu hal yang sulit untuk diabaikan.
Sudah Hampir Sepekan
Sudah hampir sepekan perang Israel dan AS dengan Iran, pada Pekan-pekan mendatang akan menjadi penentu perang ini akan berakhir sebagaimana janji Trump atau sebaliknya berkepanjangan sebagaimana pernyataan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Larijani. Israel dan AS tentu sadar, telah melakukan kalulasi secara cermat dan komprehensif berbasis data dan laporan intelejen dari masing-masing negara. Perang telah memasuki hari ke 7, masing-masing secara sepihak mengklaim sebagai pihak telah mampu melemahkan musuh. Dan tentu saja pernyataan secara sepihak semacam itu tidak dapat digunakan sebagai acuan untuk menyimpulkan.
Sanksi terhadap Iran
Jendela operasi militer intensif yang dilakukan Iran sebagai balasan atas serangan Israel dan AS yang menyebabkan meninggalnya Ayatollah Ali Kamenei, Ajudan, dan petinggi Iran. Iran terpukul dan telah dipermulakan yang harus dibalas guna dengan balasan sebanding sekaligus membuktikan kepada Masyarakat Dunia bahwa Iran adalah Negara pertama yang akan menghancurkan kesombongan AS dan Zionis. Konspirasi untuk melemahkan kekuatan Iran melalui kebijakan non perang, dijatuhkan sanksi oleh AS, PBB dan Uni Eropa sejak 1979. Iran, ditekan untuk dilemahkan dengan sanksi ekonomi dan politik Kawasan, embargo senjata, pembekuan asset individu & entitas, pembatasan yang ketat di sektor minyak gas dan keuangan, dimasukkan ke dalam daftar hitam Finansial Action Task Force (FATF) serta industry. Kekuatan perlawanan Iran seperti yang kita lihat saat ini sangat mengagumkan dan mengejutkan AS-Irael untuk mempermalukan negara Adidaya.
Perang Tanpa Batas Waktu
Fakta Iran bukannya lemah, sangat kuat sebagai kekuatan atau aktor utama di Kawasan Timur Tengah. Iran cerdik mengkombinasikan sumber daya yang unik antara Geografi bergunung, kemandirian militer dengan persediaan rudul balistik terbesar dengan jangkauan 2.500 km dengan kecepatan di atas super sonic dan implementasi strategi asimetris dengan memanfaatkan proxynya. Dalam Perang ini, Iran menggunakan strategi rudal dan munisi murah untuk melawan teknologi canggih yang dikembangkan oleh AS dengan tujuan untuk menguras sumber daya ekonomi lawan. Teran siap melanjutkan perang tanpa batas waktu dengan AS-Israel. Di antara strategi Iran yang telah terbuka meliputi, menutup Selat Hormuz untu memicu perang proksi yang meluas, meningkatkan tekanan politik di Washington untuk mengakhiri kampanye dan menghancurkan pangkalan militer yang dibangun di seluruh timur Tengah dan menghancurkan tempat kapal induk disandarkan untuk memudahkan daya jangkau serangan.
Skenario yang Mungkin Terjadi
Skenario Keberhasilan bagi AS-Israel untuk meruntuhkan Rezim Iran yang diikuti kekacauan internal, untuk digantikan oleh pemerintahan yang lebih lemah dan terfragmentasi. Ini adalah skenario dengan risiko tinggi karena bisa menciptakan "negara gagal", seperti yang terjadi di Irak pasca-2003, Libya, Surih, Yaman atau Somalia. Sangat jelas bahwa kegagalan itulah tujuan utama agar Ketika fermentasi secara internal itu semakin brutal, maka dengan sangat mudah AS mengontrol sumber daya negara itu.
Skenario Kebuntuan, Iran tanggub bertahan dengan melakukan konsolidasi internal, suksesi kepemimpinan dan beralih dari perang terbuka ke perang gerilya jangka panjang melalui proksi-proksinya di seluruh kawasan, membuat Timur Tengah berada dalam kondisi konflik tingkat rendah yang tak berkesudahan. Sekenario ini bukan saja melemahkan kekuatan lawan secara logistic dan ekonomi juga menyebabkan keguncangan energi dunia. Tekanan Domestik dan sekutu AS terhadap dampak perang, korban jiwa Amerika mulai berjatuhan, biaya perang membengkak, sulai logistic perang terhambat, dukungan publik AS rapuh bisa semakin runtuh dan pasar minyak dunia melambung tinggi. Presiden Trump, mungkin akan mencari jalan keluar dengan bernegosiasi langsung dengan Iran, mengabaikan Israel dengan muka yang masam dan memalukan.
Untuk Layanan Hosting, VPS dan Web by Hoztinger
